Dummy load untuk pengetesan SMPS

Setelah mendesain dan merakit SMPS tentunya dilakukan pengujian dulu sebelum digunakan untuk menyuplai suatu rangkaian. untuk itulah diperlukan adanya dummy load.

Beberapa barang/alat di sekitar kita bisa digunakan sebagai dummy load

1. Kawat Nikelin
bisa dibeli di toko-toko elektronik

contoh kawat nikelin, bisa dibentuk spiral agar tidak memakan tempat, kawat nikelin akan membara ketika dalam pengetesan

2. Power Resistor
resistor wirewound yang digulung pada batang keramik

contoh power resistor yang dicelup ke dalam air, air bersifat konduktif, nilai resistansi akan turun, akan lebih baik jika menggunakan oli baru atau minyak goreng.

3. Elemen pemanas
Elemen seterika, elemen pemanas air dll
Saya lebih suka menggunakan elemen celup, selain praktis pembuangan panasnya pun mudah, cukup dengan seember air. jika dirasa terlalu panas bisa menambahkan air sewaktu-waktu

contoh pemanas celup 220V 1000W

4. Air garam
Dummy load menggunakan air dengan garam dapur lebih cocok untuk arus AC, misalnya untuk tes beban genset, atau pemancar sebagai pengganti antenna.
Untuk arus DC dikhawatirkan akan terjadi elektrolisa air garam dan menghasilkan gas klorin yang beracun (mematikan). Kalaupun untuk mengetes SMPS sebaiknya langsung dari sekunder trafo tanpa dioda dan kapasitor, karena keluaran dari sekunder trafo masih AC dan tetap waspada jika timbul gas.

untuk contohnya bisa buka pencarian youtube dengan kata kunci “saltwater dummy load”

5. RF power resistor
Resistor flange 50 ohm ini jika baru harganya cukup mahal, saya membeli kondisi bekas dengan harga yang sangat murah, kelebihan dari resistor ini adalah mudah di pasang pada heatsink, akan tetapi kebanyakan dari resistor ini body nya adalah salah satu kaki resistor.

contoh RF power resistor 50ohm 150W per pcs. A-C 50ohm 150W, B-C 50ohm 150W,  A-C 100ohm 300W, (A parallel B)-C 25ohm 300W

6. Elektronik dummy load
Menggunakan transistor atau mosfet bisa juga dengan tambahan power resistor. mosfet atau transistor berfungsi layaknya variable current sink.

https://restovarius.wordpress.com/2017/03/22/variable-dummy-load-konsep/

Perlu diingat, daya akan terbuang menjadi panas, dummy load mungkin perlu didinginkan.
Beberapa caranya menggunakan :
heatsink
angin : kipas
cairan : air (konduktif), oli (non konduktif)

hambatan kawat nikelin

– dipostingan ini saya hanya berbagi hasil pengukuran yang sudah saya lakukan

– saya bukan orang yang ahli/tahu banyak tentang kawat nikelin, elemen pemanas dll, karena ini pengalaman pertama saya

– nilai yang terukur tidak terjamin keakuratannya dan mungkin bisa berbeda jika anda beli ditempat lain

– saya tidak tahu merek, tipe dan parameter kawat yang lain

pagi ini saya beli 2 macam kawat nikelin di toko lokal dekat rumah orang tua

diameter 0,2mm 1 meter Rp 3000

diamtere 0,5mm 1 meter Rp 3500

2014-12-27 12-40-32

dari pengukuran dengan multimeter kawat nikelin 1 meter tsb (dari toko 1m, kurang atau lebihnya brp mili/senti saya tidak ukur lagi) diperoleh :

kawat 0,2mm : 40,6 ohm

kawat 0,5mm : 6,7 ohm

 

kolom komentar sementara ini tidak tersedia, karena hanya informasi diatas yang saya tahu

 

 

7815 yang…ah sudahlah….

update september 2015 :

di datasheet LM317 Texas Instrument disebutkan ada 2 macam ketebalan TAB To220 (0.46-0.61mm) dan (1.14-140mm)

di datasheet LM338 Texas Instrument hanya disebutkan 1 macam ketebalan (1.22-1.32mm)

di datasheet L7815 ST ada 2 macam ketebalan TAB TO220, TO220 Single Gauge (0.51-0.60mm) double gauge (1.23-1.32mm)

jadi makin susah membedakan asli/tidaknya hanya dengan ukuran saja karena ada beberapa varian

IC ini beli di toko lokal sebulan yg lalu, kebiasaan saya kalau belanja komponen kadang tidak langsung dipakai tapi buat stok  dulu dan kadang ngga dilihat dulu satu2 karena banyak yg dibeli. tadi malam pas buka plastik pembungkusnya, lho kok….mirip yang ini

7815ah

ah sudahlah…saya lelah…

resonant converter yang masih jadi impian

karena kesibukan experimen smps resonant tertunda semua,

L6599D – ST micro,  masih terbengkalai

FSCQ1565 – fairchild masih dalam plastik belum dibuka

datang lagi STR-X6757 – sanken juga belum di apa2in

ada yg menarik dari STR-X6757 yang saya punya, karena pin di kakinya berbeda dengan di datasheet

seharusnya seperti gambar ini (package LF1905)

Untitled

tapi punya saya gini (perhatikan di kaki no.3 atau di kaki no.7)–>package LF1901

2014-8-3 6-46-7

awalnya aku pikir ini palsu, tetapi setelah coba2 iseng kirim email ke sanken ternyata benar, dulu mereka produksi STR-x6757 ini dengan package LF1901 sebelum beralih ke LF1905, tapi tidak ada jaminan yang saya pegang palsu atau bukan

jadi saya pikir punya saya ini asli tapi stok lama (akan terbukti/tidak setelah dicba suatu saat nanti)

sementara seperti ini impiannya

6757

*just info, resonant smps (beberapa menggunakan IC2 diatas)bukan teknologi baru, tapi teknologi lama yang populer kembali dan mulai serius dikembangkan karena EMI noisenya yang rendah dan efisiensinya yg tinggi. sudah banyak dipakai pada TV LCD

*seri STR sendiri (sangat banyak seri STR yang lain) sudah lama malang melintang di dalam regulator TV

Transfer Switch : Takada TGM-E

melanjutkan tulisan tentang transfer switch

di bawah ini foto Takada TGM-E

tgme

cara kerjanya bagaimana?

lihat skema dibawah

TAKADA

jika ada 2 sumber :

sumber A : PLN

sumber B : genset

untuk mengoperasikan takada :

A1, A2 ke salah satu fasa dan Netral dari sumber A (PLN)

B1, B2 ke salah satu fasa dan Netral dari sumber B (Genset)

untuk memindah ke sumber ke A maka A11 dan A22 harus di short (bisa sesaat atau di on terus) biasanya menggunakan relay

untuk memindah ke sumber ke B maka B11 dan B22 harus di short (bisa sesaat atau di on terus) biasanya menggunakan relay

 

*untuk keperluan mengetes (takada terlepas dari sistem) menggunakan 1 sumber (pakai PLN)

A1 dan B1 disambungkan ke fasa

A2 dan B2 disambungkan ke netral

untuk mengetes ambil sepotong kabel pendek, kontakin A11 ke A22 maka switch akan berpindah dari B ke A

kalau yang kontakin B11 ke B22 maka switch akan berpindah dari A ke B

contactor dan interlocking

contactor dan interlocking

banyak orang yang kebingungan ketika memasang contactor (magnetic contactor)
apa itu contactor?kalau bahasa gampangnya sih “relay yang gede”,
kalau sudah nyebut relay pasti lebih enak dibayangin (ada terminal koil untuk supplay dan ada terminal/pin untuk saklar NO/NC nya)
pin2 yang ada pada contactor
1. pin untuk kontrol/koil : biasanya ditandai dengan tulisan A1 dan A2 (besar tegangan AC atau DC tergantung tipe, biasanya tertulis di body contactor)
2. main contact/power contact : ditandai dengan tulisan L1, L2… dan T1,T2… (ini untuk arus besar)
3. aux contact (auxiliary contact) : ditandai dengan NO atau NC, untuk arus kecil biasa dipakai buat interlocking, supply ke lampu indikator dll

contoh penggunaan contactor
1. transfer switch pada panel ATS/AMF
2. switch untuk pengontrol AC otomatis
3. dalam sistem kontrol mootor star-delta
4. switch untuk lampu penerangan dengan daya besar yg diatur cahaya
5. switch on/off kompressor dengan daya besar
6. dll

saya akan coba bahas point 1 (hanya pada bagian transfer switch nya)
contoh untuk panel ATS PLN-Genset
cara kerja :
menggunakan 2 contactor, untuk contactor dari sumber PLN sebut saja C1, untuk genset sebut saja C2
1. ketika PLN hidup : C1 on C2 off
2. ketika PLN padam dan genset hidup : C1 off C2 on
terus kalau C1 dan C2 on bareng bisa tabrakan dong?
oke, mulai dari sini akan dibahas penggunaan aux contact untuk interlocking (bahasa enaknya kalau C1 lagi on C2 ngga boleh on atau sebaliknya)
perhatikan gambar dibawah : kondisi awal (S1 untuk kontrol C1, S2 untuk kontrol C2, pada kenyataan dilapangan S1 dan S2 bisa berupa timer, modul controller dll)
interlock1
dari gambar dibawah dapat dilihat ketika S1 sudah on, penekanan S2 tidak akan menyebabkan C2 on, karena supply ke A2(C2) sudah terputus akibat aux NC(C1) sudah open
interlock2
sekian dulu, semoga bermanfaat
terima kasih

Transfer Switch

RULES!!!:
1. bagi anda yang akan mencoba sebaikya anda sudah punya pengalaman dan paham rangkaian listrik (maaf no newbie, nyawa hanya punya 1 masing2 orang)
2. saya juga manusia, jika ada kesalahan silahkan dikoreksi
3. segala resiko jika anda mencobanya ditanggung oleh anda sendiri baik itu resiko/kerugian materiil maupun imateriil
4. rangkaian sengaja dibuat terpisah2 (jika syarat no.1 ok, kemungkinan besar anda akan paham) atau mungkin tidak detail karena :
a. rangkaian ini didapat dari experimen dengan teman2 saya, jadi meskipun saya yang menggambar, saya menghormati hak teman2 saya, karena ini merupakan ladang mencari nafkah mereka
b. pembaca akan lebih kreatif dan belajar, tidak hanya makan mentah2 rangkaian jadi
5. jika ada koreksi, pertanyaan dan saran silahkan diisi bagian komentar
6. saya tidak akan menanggapi pertanyaan/permintaan(skema/wiring dll) via email
7. untuk saat ini saya tidak menjual ataupun mengkomersilkan produk maupun jasa mengenai perakitan panel, pembuatan wiring dll
8. mohon maaf jika saya lambat dalam memoderasi/mengomentari/mengupdate karena saya sendiri punya pekerjaan tetap, jika waktu saya sedang luang maka saya nulis blog untuk berbagi pengalaman sebisa mungkin yg bisa saya bagi

next

transfer switch berfungsi untuk memindahkan load/beban dari satu source/sumber listrik ke source yang lain

misalnya untuk memindah beban dari PLN ke genset backup ketika terjadi listrik padam

transfer switch saya bedakan menjadi 2 manual dan auto

1. manual transfer switch

pemindahan beban dilakukan manual oleh manusia, bisa berbentuk handel yang harus diputar dengan tangan ataupun via tombol2 kontrol

2. automatic transfer switch

pemindahan beban dilakukan secara otomatis oleh sistem tanpa campur tangan manusia

contoh macam2 transfer switch :

handle…..next time

contactor…..next time

mccb…..next time

dll…..next time