10tahun+ blog

Tidak terasa ternyata blog ini sudah berumur lebih dari 10 tahun, saatnya saya mereview blog ini, diantaranya :

  • Megubah tema, semoga terlihat fresh kembali
  • Mereview kembali postingan lama karena bisa jadi pada waktu itu pengetahuan saya masih sangat terbatas
  • Merubah kembali gaya penulisan, jujur saya senyum2 sendiri membaca bahasa yang terkesan “alay”, pelan-pelan saya akan merubahnya lebih serius, contoh page eagle tutorial sudah saya perbaiki bahasanya
  • Mereview kembali postingan apakah masih atau sudah tidak relevan

Demikian dari saya, jika ada masukan silahkan tulis via komentar

Terima kasih,

res

 

 

daftar judul postingan yg sudah diupdate :

  • Eagle tutorial
  • Hitung daya ampli anda

res-HN-MOS, class H all N channel amplifier

banyaknya komponen palsu yang beredar kadang membuat keraguan untuk membeli meskipun seller menyatakan original, karena kadang seller pun bisa “tertipu” (tidak sengaja) supplier.

di sisi lain muncul juga komponen-komponen cabutan original yang dijual murah terutama mosfet bekas SMPS (N mosfet)

namun kebanyakan mosfet (daya besar) yang beredar adalah mosfet N-channel, mosfet P channel yg mungkin agak mudah didapat hanyalah IRFP9240 itupun tidak semua daerah ada

dari sinilah muncul ide amplifier dengan transistor output ALL N CHANNEL

untuk kelas AB mungkin sudah banyak, seperti QUASI, BUZAMP , KANEDA, Legend stage master, atau yang lokal seperti BELL MOFET

sedangkan untuk kelas H saya belum banyak menemukan referensi,

referensi yang saya pakai untuk skema ini diambil dari NAD 208 dan NAD 306

mengapa mendesain kelas H?

karena kebanyakan orang Indonesia tergila-gila dengan watt besar

rangkaian ini hanya sebatas jalan di simulasi, saya sendiri belum mencoba dan tidak tahu apakah akan sampai membuatnya juga, amplifier saya 57 Watt/ch stereo sudah sangat cukup untuk dirumah

saya share skema agar bisa dipelajari oleh semua orang dan membuatnya lebih baik

maaf skema saya sensor (watermark) tapi masih terbaca, antisipasi ada yg claim dan di rebranding

untuk pemilihan komponen (di skema ini) saya lebih cenderung ke low cost dan mudah dicari (original) bukan ke performa. misalnya MJE/KSE340 harganya jauh lebih rendah dibanding 2SC/KSC3503. pemilhan komponen juga karena kebetulan ada stok, misalnya 2SC5171 yg sudah obsolete

simulasi :

  • power supply +-45V, +-90V
  • 4 ohm load, 20kHz sinusoidal, 73Vpp, THD 0,08%, sebelum clip
  • 8 ohm load, 20kHz sinusoidal, 77Vpp, THD 0,08%
  • 8 ohm clip pada 81,2Vpp
  • 4 ohm clip pada 76V

desain PCB on progress

Sanken 2SC2922 5DY ?

Sanken sudah mengeluarkan pemberitahuan resmi tanggal 12 Desember 2017 bahwa
beberapa dari seri transistor mereka terutama dengan package MT200 tidak akan diproduksi lagi (EOL_Notice_A_12_21_2017)
diantaranya :
2SA1215
2SA1216
2SA1295
2SA1494
2SB1570
2SC2921
2SC2922
2SC3264
2SC3858

Dengan catatan :
1. Pengajuan jumlah pembelian terakhir 30 Juni 2018.
2. Penerbitan pesanan pembelian terakhir Per 31 Desember 2018
3. Tanggal pengiriman terakhir 30 Juni 2019

package MT200 lebih dikenal di orang indonesia dengan “transistor final sanken”

Beberapa yang populer di Indonesia diantaranya :
2SC2922/2SA1216
2SC3858/2SA1494
2SC3264/2SA1295

untuk 2SC2922/2SA1216 orang lebih mengenalnya dengan sanken 5DY untuk yang kualitas bagus

angka/kode 5DY sebenarnya hanyalah kode produksi dan kode hfe yang berbeda setiap kali produksi
tetapi kenapa yang dipasaran hampir semuanya 5DY dan kalau tidak salah (tolong dikoreksi) sudah lebih dari 10 tahun kode 5DY ini ada.
pertanyaanya, apakah kode 5DY ini tidak habis-habis dijual?

5DY menurut datasheet adalah nomor lot, sayangnya di datasheet sanken tidak menjelaskan secara detail, hanya menjelaskan hfe kodenya saja
5D di transistor pabrikan lain biasanya menunjukan minggu dan tahun produksi
Y hfe code untuk 2SC2922/2SA1216 : O(30 to 60), Y(50 to 100), P(70 to 140), G(90 to 180)

 

saya punya beberapa transistor 2SC2922/2SA1216, mari kita cek

1. TEST hfe

dari beberapa yang saya test dapat kisaran hfe 99-148

2. TEST MAGNET
saya coba pakai magnet hiasan kulkas ternyata kaki dan body nya tidak menempel ke magnet,
berarti bahannya bukan besi tetapi tembaga. test OK
beberapa transistor palsu atau rekondisi dari china kakinya menempel ke magnet

3. TEST GOSOK DENGAN ALKOHOL

ternyata luntur, kemungkinan transitor ini sablon ulang,
mengingat kode 5DY sudah lama sekali beredar di Indonesia, logikanya sudah habis dan berganti kode lain

4. TEST GERINDA
saya tidak memakai palu seperti percobaan sebelumnya,
karena dengan gerinda kita hanya mengintip dan transistor masih bisa dipakai

terlihat lapisan logam (tembaganya ada 2 lapis, ini membuktikan kalau memang transitor ini buatan sanken (hanya sanken yang seperti ini)
seperti gambar yang saya ambil dari electronic salon ini

BEKAS GERINDA BISA DITUTUP LAGI

dilabel ulang biar tidak tertukar NPN dan PNP

kesimpulan yg saya ambil (untuk saya sendiri) :

transistor 2SC2922 ini memang transistor buatan sanken dengan package MT200, bisa jadi ini benar benar 2SC2922 yang disablon ulang atau salah satu transistor dibawah ini yang disablon ulang