mengenal tentang sistem pengukuran

kali ini saya akan coba flash back, mengenang sekitar 6 tahun yg lalu ketika masih di kampus

contoh 1:
tiap pagi istri membuatkan kopi/teh, kadang ngomel melihat kalau minumannya belum diminum juga dan masih melototin laptop.
“sudah dingin itu mas kopinya” kata dia, “masih panas, nanti kan diminum”, kadang minuman yg menurutku masih panas disikat juga sama istriku
dari ilustrasi diatas ukuran panas/dingin antara kami berbeda menurut istri sudah dingin, menurut saya masih panas
jadi terus harus sedia thermometer dong, biar istri saya bisa bilang “mas, kopinya sudah 30 derajat celcius lho”
tentu saja tidak, janganlah membuat hal yang simpel jadi rumit. silahkan lanjut ke bawah

definisi menurut saya
sistem pengukuran dilakukan untuk mengukur/menampilkan suatu besaran
sehingga dapat terukur/dipahami secara umum oleh setiap orang dengan persepsi yang sama

contoh 2: ada 4 orang pergi ke kolam renang, yang 2 orang tidak bisa berenang sama sekali.
Di salah satu kolam ada yg bertuliskan kedalaman 3.5m, kedua orang yg tidak bisa berenang tidak akan berani masuk ke kolam tersebut.
mereka berdua sama2 tahu kalau dalamnya 3.5m (dalam hati mereka 3.5m = setinggi rumah)

mungkin jika anda mahasiswa dikampus sering dengar judul tugas akhir yag berbunyi
“sistem monitoring blablabla digital mengggunakan mikrokontroler blablabla”
“data acuisition blablabla dengan blablabla berbasis PC”
blablabla=kedengeran canggih dan aneh
apakah yg berbau digital, microcontroller,PC menjadi suatu yg canggih dan selalu diperlukan?

ada 3+1 komponen dalam sistem pengukuran
1. sensor
2. signal conditioning (proses pengkondisian sinyal)
3. user interface (bahasa indonesianya yg manusiawi belum nemu nih)
+1. auxiliary component (komponen pendukung atau pelengkap

oh iya sebelumnya perlu dipahami ya, contoh pengukuran disini tidak melulu pengukuran besaran elektrik lho ya

1. sensor : banyak sekali macamnya, contoh sensor suhu, jarak, infra merah, tekanan, dll (silahkan googling agar lebih detail)
2. signal conditioning : signal amplifier, ADC, filter, interface converter, dll intinya segala sesuatu yg ngobok2 itu sinyal, kadang bisa diperlukan
3. user interface : LCD numeric, 7 segment, led, buzzer, grafik dll yg bisa dipahami manusia)

contoh 3:
ada suatu rangkaian listrik (panel elektrik misalnya) dicurigai putus sambungan/kabelnya, harus di cek 1 persatu kabelnya kemana, putus/tidak
mari kita analisa dengan sok teknis apa yg bisa kita lakukan:
kabel –> yg bisa diukur hambatannya (ohm). kabel nyambung = 0ohm,
kabel putus  = tak hingga (mungkin ada tapi tidak nol karena ada komponen lain yg tersambung)
haruskah kita ukur kemudian lihat satu persatu nilai ohm nya di LCD?
Untuk yg perlu pengecekan cepat tapi tidak diperlukan ketepatan rasanya merepotkan. Lebih praktis anda putar multimeter ke posisi buzzer, dan dengarkan bunyi buzzer dari kabel/jalur yg anda trace
tanpa perlu melihat multimeter lagi. di contoh kita berinteraksi indra pendengar/telinga

contoh 4:
untuk yg lebih enak di pahami secara visual contohnya : seismograf (baik yg analog maupun yg yg digital/dg komputer interfacenya)
aktivitas getaran tektonik/vulkanik lebih bisa dimengerti dan dianalisa jika ditampilkan secara grafik

contoh 5:

next time….pengantarnya aja sudah panjang ternyata

This entry was posted in elektrik, Elektronik, Komputer, Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s