Trafo toroid dari bekas stavol

setelah melihat bentuk jadinya rasanya setengah nggak percaya
karena ini trafo toroid rakitan pertama, dan sepertinya cukup rapi kelihatannya meskipun digulung manual dengan tangan

bahan : core toroid bekas Stavol 500W
jumlah gulungan trafo stavol (aslinya)
luar : 343 lilit
dalam : 525 lilit
total : 868 lilit
perkiraanku untuk 220 volt sekitar 700 – 800 lilitan

perkiraan jumlah lilitan menggunakan kawat 0,8mm
diameter dalam toroid : 5mm –> keliling 157mm
jumlah gulungan dalam 1 lapis = 157mm/0,8mm = 196 lilit
dengan 4 lapis gulungan primer = 4 x 196 = 784 lilit
karena gulungan dengan tangan tidak rapi untuk 4 lapis gulungan primer mungkin kira2 dapatnya sekitar 650-700 lilit
males kalau harus dihitung satu persatu
untuk sekundernya awalnya dicoba dengan kawat email tipis dulu sebanyak 20 lilitan, ternyata setelah diukur sekitar 5,1 volt
berarti lilitan per voltnya sekitar 4 (4 lilit untuk 1 volt)
untuk 25volt maka jumlah lilitannya 4×25 = 100lilit, menurutku sih ngga perlu ditambah 10% atau sekian persen karena ngitungnya sudah langsung dari sekudernya

diameter kawat yang dipakai
primer : 0,5mm
sekunder
0-25V 10A : 0,8mm
0-12V 500mA : 0,25mm

untuk referensi tabel kemampuan arus kawat anda bisa lihat disini

test load ? BELUM DI TEST LOAD!!

alat penggulung trafo

tiap layer dilapisi lakban agar lebih rapi, kencang dan mencegah getaran

image

test output , sekuder 20 lilitan tegangan sekunder terbaca 5,1V

gulungan primer selesai

1 gulungan sekunder selesai, tes tegangan 25,5V

trafo sudah jadi, agak kelihatan benjol karena sekunder 0-12V tidak digulung melingkar tetapi mengumpul pada satu sisi toroid

disebelahnya sisa kern besi (core) toroid bekas yang belum kepakai. buat apa lagi ya?…….entahlah sepertinya sudah kapok gulung trafo manual, capek dan makan waktu
update 17-08-2012

hanya mengetes trafo bisa dipakai atau engga

  • pakai ampli TDA7294 mono
  • tegangan terukur sekitar 35,4V
  • trafo ngga panas

pengukuran maksimal tidak dilakukan (ngga punya dummy load untuk ngetes trafo)

 

update 03 januari 2019

tidak terasa postingan diatas sudah berumur sekitar 6,5 tahun, terlepas dari minimnya pengetahuan pada waktu itu, saya akan mencoba menjelaskan rumus mencari gulungan per volt yang bisa diterapkan secara universal

beberapa blog lokal yang saya baca ada yang menggunakan rumus

Gpv = f/A (frekuensi dibagi luas penampang core

atau ada yang menuliskan 50/A, ada juga yg menuliskan 42/A

A : luas penampang dalam cm2

setelah baca-baca referensi, diketahui rumus dasar untuk menghitung lilitan/gulungan per volt ( Npv ) sebagai berikut :

akan lebih memudahkan jika luas penampang dalam cm2, maka rumusnya menjadi :

rumus trafo dalam cm.png

dari rumus diatas jika dimasukan nilai f = 50Hz (frekuensi listrik AC di Indonesia) dan Bmax – 1.0 , maka :

npv

jika f = 50Hz, Bmax – 1.1 , maka :

npv2.png

jika f = 50Hz, Bmax – 1.2 , maka :

npv3.png

  • makin tinggi Bmax maka lilitan per volt nya akan makin sedikit
  • makin besar core area maka lilitan per voltnya akan makin sedikit
  • pemilihan Bmax yang terlalu tinggi bisa menyebabkan core saturasi (panas), tergantung bahan core
  • pemilihan Bmax yang terlalu rendah (jumlah lilitan terlalu banyak) tidak masalah akan tetapi efeknya akan membutuhkan lilitan lebih banyak (akan lebih mahal material produksi jika digunakan untuk usaha) dan space winding akan cepat habis

untuk perhitungan effektif core area (Ae) bisa dilihat dari gambar dibawah

core area.png

sumber : http://engineerexperiences.com/design-calculations.html

 

58 thoughts on “Trafo toroid dari bekas stavol

  1. Omm mo tanya nie. kalau trafo CT 9 volt mo di ubah jadi 12 vol jumlah gulunganya di tambah atau di kurangin?
    mohon bantuanya

  2. om nanya pasang trafo troid yang ada 4 kabel 110 110 volt gimana nyambungnya yah?? thx sebelumnya atas infonya

  3. maaf. Gan mau tanya…
    Itu d.gambar kern toroid ada 2…
    Emang d.dalam stavol ada brp kern..??
    Thanks…

  4. maaf gan. Mau tanya..?
    Itu d.dlm stavol ada brp kern. Kok aku lihat tinggi banget kern.x….
    Dan di gmb itu kk ada 2kern. Apa itu dari 1stavol…?
    Mhon pnjelsan.x….

  5. kalau aku males pakai rumus, pakai cara praktis yg sebenernya ngga praktis juga.

    pas lagi bongkar hitung jumlah lilitan stavol, itu yg dipakai sebagai patokan jumlah lilitan primer, kurang2 dikit ngga papa kok
    contoh diatas dari bekas stavol matsunaga(atau matsugawa lupa, yg warna merah) pas mulai capek ngitung aku kira2 aja yg penting dpt 4 lapis (kira2 yg mendekati)

  6. Dengung di trafonya,getar gitu?ada kemungkinan kurang kenceng lilitannya.aku juga baru 2x gulung trafo,kebetulan sukses keduanya.tiap lapis aku lapisi isolasi kertas biar agak kencang gulungannya?

  7. mas, saya mau tanya??? jika saya punya travo stavol 1000va berapa jumlah gulungan dan ukuran kawat lilitan primer???

  8. Maaf kalau hitungannya mungkin bisa googling sendiri aku sendiri belum pernah pakai rumus.kalau mau sedikit repot ya seperti cara diatas,dilepas sambil dihitung jumlah gulungannya

  9. Apa perbedaannya 1.jika lilitan Sekunder dililit mulai dari CT,maksudnya dua kawat dililit bersamaan. 2.Dililit dengan satu kawat CT ditengah. Mana yang lebih baik dan lebih stabil outputnya ? Terimakasih.

  10. saya kemarin bongkar stavol bekas, trus lilitan primernya saya biarkan dan saya tambah lilitan sekunder, kira2 2.5lilitan per volt. hasilnya trafo getar dan panas tanpa beban.. Lilitan primer tak seri bohlam 5watt nyala redup. Apa emang gitu ya mas?

  11. Kalau tepatnya(hitungannya) aku ngga tau,beda ukuran core beda jumlahnya. Kalau core nya sama kayak diatas jumlah lilitannya kurang lebih sama seperti yg diatas

  12. kawat di gulung ke alat penggulung yg dubuat dari kayu dulu(gambar 1), terus gbaru digulung manual ke toroidnya

  13. Ngga sempat test load gan,yg jelas buat lm3886 stereo masih enteng. Barangnya keburu dijual murah sama temen karena pindahan

  14. Bos aku punya travo konslet bekas stabilizer 5000VA. Rencana mw digulung buat ngembat ampli build up 3000w. Apa bisa?

  15. kalau digulung ulang bisa, tapi bisa sampai 3000W atau engga aku ngga bisa jawab mas, coba googling saja hubunngan antara watt sama ukuran core

  16. kalau jumlah lilitan primernya sudah tau secara pasti tinggal main perhitungan perbandingan lilitan, kalau aku pas nggulung cuma kira2 jadi perlu dicolokin biar dapat nilai gulungan per voltnya

  17. Mas.. Saya py kern bekas toroid yg di ambil tembaga’y..( pasar loak )
    nah saya mau buat lagi tuh , bisa bantu nentuin ukuran kawat primer’y..

  18. .wahhh mantap gann..
    saya coba bekas stavol 500va brhasil..dan saya test Amper ya..mncpai 10 A .saya pakek kawat.1.5mm tuh buat out nya

  19. Pak maaf saya mau nnya cara menggulung trafo toroidnya,,
    Saya kurang ngerti dengan maksud 3/4 lapis lilitan,,,
    Misalkan membutuhkan 800 lilitan primer
    Tapi baru 400 Lilitan malah sudah habis area core dan ketemu ujung2 kawat,,
    Untuk menambah 400Lilitannya lagi apa dilanjut putaran ke2 mengelilingi lagi area core,atau harus satu kali keliling area core dengan kepadatan 3/4lapis yg bisa cukup 800lilitan,,sblumnya trmkshh!!

  20. sebagian lilitan stavol kawat tembaganya terbuka (yang bersentuhan dengan carbon brush) jadi mungkin lilitan ini perlu diganti dengan kawat email yang baru

  21. yang primer gulung nya di mana master dan yang sekunder di bagian mana dan kok listrik sekunder bisa ke primer apa di gabung kawatnya master

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s