Merakit speaker dalam 3 hari

image

kurang lebih foto diatas merupakan penampakan dari speaker rakitan kilat

 

Hari Pertama

cari bahan2.

plywood 12mm (di sini ngga ada yang jual kayu MDF atau kayu partikel)

lem kayu merek rajawali

cat semprot warna hitam dop/dull black mereknya saya lupa tapi bukan pylox

dempul isamu

hari pertama ini juga mulai pemotongan dan perakitan plywood menjadi box speaker. untuk memotong menggunakan gergaji jigsaw.

untuk membuat lubang pertama kali plywood di bor dulu kemudian dilanjutkan menggunakan gergaji jigsaw

hari kedua

mendempul, karena plywood yang dipakai mutunya sangat jelek (mungkin plywood kualitas papan cor)

hari hujan jadi ngga bisa jemur diluar

hari ketiga

pengamplasan dan pengecatan, pemasangan driver speaker

kenapa saya pilih cat semprot dan warnanya hitam dop?

pakai cat semprot biar cepat kering, warna hitam dop untuk menyamarkan permukaan yang masih kasar

untuk driver speaker menggunakan tweeter piezoelektrik dari ACR PCT 2500

dan woofer dari CURVE 648 (ACR juga sih) 6 inch 6 ohm

kenapa memilih driver diatas? karena ngga ada pilihan lain. secara pribadi sebenarnya saya lebih menyukai tweeter classic yang conusnya terbuat dari kertas, menurutku untuk dalam ruangan tweeter piezoelektrik terlalu “berisik” atau terlalu tinggi

 

hari ketiga (sore hari)

pengetesan menggunakan ampli rakitan sebelumnya

all ok, ada sedikit kekurangan, untuk nada rendah rasanya kurang nendang. padahal ampli di tes pakai speaker tetangga suaranya mantap

akhirnya cek ke websitenya ACR ternyata frekuensi response dari curve 648 antara 70Hz-10kHz (mungkin lebih cocok dibilang mid woofer kali ya?)

yah…..mau bagaimana lagi. merek/tipe lain ngga nemu. ya sudah yang penting bunyi.

kata teman sih mantap suaranya, tapi buat saya masih terasa kurang sedikit

Bill of material….(kapan2 disambung lagi)

 

 

This entry was posted in audio, Elektronik and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Merakit speaker dalam 3 hari

  1. Andika Xp says:

    Wah kayaknya yang punya postingan master bgt ni.

    oh iya, kalo boleh nanya, Saya pake travo 10ampere yg besar trus ngambil daya 30v ct 30v ke power OCL 600watt. kalo di tafsirkan ke watt pmpo kira-kira berapa ya?

    Kira-kira2 berapa speaker yang di saranin untuk amplifier kayak gini? Apakah ini sanggup ngangkat speaker 18″?. Saat ini saya pake Subwoofer 12″ satu + Woofer 12″ 2buah

    maaf kalo pertanyaannya belepotan. saya memang tidak paham sedikit pun di bidang ini.

    makasih sebelumnya🙂

    *maaf kalo OOT. tadinya komentar ini mau di taro di postingan “hitung daya ampli anda” namun sayang, saya ga bisa post komentar di sana.

  2. restovarius says:

    ngga juga mas, masih cetek apalagi untuk audio, cuma iseng2 buat hobi aja
    PMPO ngga bisa buat ukuran mas, PMPO cuma bahasa marketing, yg bisa dipakai secara teknis RMS
    dari 32VAC dikalikan 1,4 dapat 42VDC, masukan aja ke rumus yang ada di postingan
    untuk speakernya, asumsi tiap speaker 8 ohm kalau anda paralel 2 jadinya 4 ohm, kalau di seri jadinya 16 ohm
    coba di kali2kan saja

    terima kasih

  3. Andika Xp says:

    oh, ternyata PMPO cuma bahasa marketing.

    tapi saya belum ngerti benar soal rumusnya. ya maklum pas sekolah sering bolos soalnya. jadi benar2 bego ni otak😀

    Soal rumus di pending dulu, ntar saya betapa deh di postingan terkait, semoga mau nerima ni otak saya. hhe😀

    kalo boleh minta saran lagi, apa sebaiknya subwoofer yang saya pake di buat R dan L (stereo) atau di mono in aja mengingat subwoofernya double coil?

    Maksudnya woofer yg biasa saya gabung dengan salah satu kanal subwoofer sementara kanal subwoofer yang lain saya gabung dengan woofer yg satu nya lagi.

    makasih sebelumnya, maaf jika ngerepotin lagi

  4. restovarius says:

    unumnya sih pemasangan subwoofer begini : contoh untuk sistem 2.1
    1. sumber (L+R) masuk ke ampli stereo kemudian ke speeaker (ini speaker biasa yg ada tweeter sama woofernya) atau speaker fullrange
    2. dari sumber juga input L dan R masuk ke rangkaian subwoofer filter (L dan R digabung kemudian di filter low pass sekian hertz (ada yg 75Hz, 100Hz dll), masuk ke ampli baru ke driver (speaker subwwoofernya)

    sebenarnya bisa juga subwoofer dipakai untuk menggantikan/melengkapi woofer untuk speaker 2way/3 way, tetapi harus rangkaian crossover di dalam speaker harus disesuaikan dengan frekuensi masing2 driver ( subwoofer, woofer, tweeter, midrange yg dipakai). tujuan intinya kan bagaimana caranya dari range 20Hz sampai 20khz bisa kedengeran semuanya ngga ada yg hilang

    double coil (kayaknya per coil 4 ohm ya? bisa diparalel coilnya biar dapat 2 ohm atau di seri jadi 8 ohm, disesuaikan aja dengan kemampuan ampli
    bukan 2 kanal ampli masuk ke masing2 coil lho ya

    misal supply amplinya di 30VAC (efisiensi dianggan 100%), untuk 2ohm –> (30×1,4) kuadrat dibagi (2x 2ohm) = 441watt kira2 kuat ngga, kalau di 8 ohm hitung sendiri ya

  5. Ardi says:

    Travo era 10A, dioda kiprok 10A, elco 2x10000mF 50v, Tr 2N2955 dan tr 2N3055 4 pasang, ocl dibtl 2x300w, tone control parametrik, Box ampli rakit sendiri pakai pemutar vcd kuno, speaker woofer lagecy 8″ 8ohm 200w subwoofer curve 10″ 8ohm 300w, tweeter acr 8ohm 60w, box speaker beli jadi… Semua menghabiskan budged 750rb. Lumayan menguras uang tabungan. Akan Tetapi hasilnya juga lumayan untuk ampli rumahan.

  6. restovarius says:

    sip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s