receiver remote TV SONY menggunakan ATMega8535

bahan2 :

1. remote untuk tv sony trinitron RM 877 (tipe lain belum nyoba, sepertinya sih bisa)

2. ATMega8535 dev board : DT-AVR low cost microystem, AVR yang lain belum dicoba karena belum punya boardnya

3. LCD module –> DI Smart LCD 16×2 board

4. osiloskop (optional) : DSO Nano V.1 untuk mengamati sinyal keluaran sensor

5. sensor infra merah (TSOP compatibel) : kebetulan nemu bekas tv ngga tau tipe apa

sedikit teori

remote SONY menggunakan protokol SIRC dengan sistem nkkkgvdgvnk mnjkjhfhgf

jika anda perhatikan sinyal yang paling bawah (output sensor) akan sangat mudah/simpel untuk dipahami,

setiap command diawali dengan pulsa start (low) selebar 2400us diikuti space selebar 600us

  • hitam yang lebar menunjukkan logika “1” sedangkan hitam yang sempit memunjukkan logika “0”
  • hitam yang sempit mempunyai lebar pulsa 600us sedangkan hitam yang lebar memiliki lebar pulsa 1200us

jika anda bisa menghitung lebar pulsa menggunakan microcontroller (microcontroller apapun) anda akan bisa membedakan sinyal “0” atau “1”

cara penghitungan lebar pulsa ini tidak harus teliti/akurat cukup dengan asumsi jika lebar pulsa kurang dari 900us dianggap logika “0” dan jika lebih dari 900us dianggap logika “1”

  1. pertama microcontroller mendeteksi low lewat external interrupt, jika lebar pulsa low 2400us (sebaiknya diberi rentang misalnya 2200-2600us) maka benar pulsa tersebut adalah pulsa start, jika tidak abaikan
  2. kemudian sinyal akan high
  3. ketika sinyal low lagi mulailah menghitung lebar pulsa low untuk 7 bit dan 5 bit berikutnya
  4. selesai

dilanjut lain waktu……………………….

update : contoh source code untuk membaca sinyal IR bisa dilihat pada diy-sound-processor setelah di download dan di extract lihat pada file tone8535.c pada fungsi ISR(INT0_vect) di bagian bawah

Merakit speaker dalam 3 hari

image

kurang lebih foto diatas merupakan penampakan dari speaker rakitan kilat

 

Hari Pertama

cari bahan2.

plywood 12mm (di sini ngga ada yang jual kayu MDF atau kayu partikel)

lem kayu merek rajawali

cat semprot warna hitam dop/dull black mereknya saya lupa tapi bukan pylox

dempul isamu

hari pertama ini juga mulai pemotongan dan perakitan plywood menjadi box speaker. untuk memotong menggunakan gergaji jigsaw.

untuk membuat lubang pertama kali plywood di bor dulu kemudian dilanjutkan menggunakan gergaji jigsaw

hari kedua

mendempul, karena plywood yang dipakai mutunya sangat jelek (mungkin plywood kualitas papan cor)

hari hujan jadi ngga bisa jemur diluar

hari ketiga

pengamplasan dan pengecatan, pemasangan driver speaker

kenapa saya pilih cat semprot dan warnanya hitam dop?

pakai cat semprot biar cepat kering, warna hitam dop untuk menyamarkan permukaan yang masih kasar

untuk driver speaker menggunakan tweeter piezoelektrik dari ACR PCT 2500

dan woofer dari CURVE 648 (ACR juga sih) 6 inch 6 ohm

kenapa memilih driver diatas? karena ngga ada pilihan lain. secara pribadi sebenarnya saya lebih menyukai tweeter classic yang conusnya terbuat dari kertas, menurutku untuk dalam ruangan tweeter piezoelektrik terlalu “berisik” atau terlalu tinggi

 

hari ketiga (sore hari)

pengetesan menggunakan ampli rakitan sebelumnya

all ok, ada sedikit kekurangan, untuk nada rendah rasanya kurang nendang. padahal ampli di tes pakai speaker tetangga suaranya mantap

akhirnya cek ke websitenya ACR ternyata frekuensi response dari curve 648 antara 70Hz-10kHz (mungkin lebih cocok dibilang mid woofer kali ya?)

yah…..mau bagaimana lagi. merek/tipe lain ngga nemu. ya sudah yang penting bunyi.

kata teman sih mantap suaranya, tapi buat saya masih terasa kurang sedikit

Bill of material….(kapan2 disambung lagi)

 

 

hitung daya ampli anda

Tulisan ini dibuat untuk mendapatkan perhitungan kasar (ideal) daya suatu amplifier dilihat dari tegangan catuan dan beban (speaker) terpasang

  • arus listrik hanya akan mengalir dalam rangkaian tertutup

Pada gambar A ada sumber tegangan V1 dan hambatan R1. rangkaian ini merupakan rangkaian terbuka, maka tegangan dititik A terhadap B adalah 10V dan arus listrik dari A ke B adalah 0 Ampere (tidak ada arus mengalir dari A ke B)

Pada gambar B ada sumber tegangan V2 dan hambatan R2. rangkaian ini merupakan rangkaian tertutup, maka tegangan dititik A terhadap B adalah 10V dan besarnya arus listrik dari A ke B adalah V2/R2 = 10Volt/5ohm = 2 Ampere. Daya pada R2 sebesar Vab*I = 10volt *2A = 20 watt

Rumus dasar :

V = I*R

P = V*I atau P = V2/R atau P =I2*R

Dibawah ini adalah gambar blok diagram dari suatu audio amplifier (umumnya kelas AB,B)

  • Sinyal input (Vin) dikuatkan oleh amplifier dengan penguatan sebesar A
  • Amplifier di catu dengan tegangan +V dan -V, dalam contoh duatas +-10V
  • Pada umumnya maksimum sinyal keluaran amplifier akan lebih kecil dari tegangan catu

dari blok diagram diatas saya coba sederhanakan, pertama diasumsikan output amplifier ideal bisa sama dengan tegangan catuan, maka rangkaian amplifier dan catu daya bisa saya sederhanakan menjadi seperti gambar dibawah ini

dari gambar diatas terlihat amplifier digambarkan sebagai sumber tegangan (Vout) sinus dengan tegangan puncak maksimum 10V dan minimum 10V yang terhubung ke beban SPK sebesar 8 ohm dalam rangkaian tertutup

apakah rumus dasar diatas masih relevan?

jawabannya masih !

untuk itu perlu diketahui nilai RMS dari Vout, perhatikan gambar dibawah ini yang saya ambil dari wikipedia. VRMS adalah 0,707 Vpeak atau Vpeak/√2

Vrms = Vpeak/√2

Prms = Vrms2 /R

maka

Prms = (Vpeak/√2) 2 /R dengan penyederhanaan matematika menjadi

Prms = Vpeak2/(2R)

dari contoh diatas maka Prms = 102/(2*8) = 6,25 watt

  • Ingat, Pada kenyataannya Vpeak keluaran suatu amplifier akan dibawah tegangan catuan !

 

24 januari 2019 , contoh perhitungan dalam simulasi sederhana

1. sinyal output amplifier bisa diibaratkan dengan sebuah SUMBER TEGANGAN (sinyal suara dianggap sinus)

2. speaker bisa dianggap sebuah RESISTOR

3. Hukum ohm berlaku disini V = I*R

dimisalkan ada amplifier bisa mengeluarkan sinyal sinus 1kHz dengan amplitudo +-30V max terhubung ke speaker 8 ohm, maka bisa digambarkan seperti gambar dibawah

30v

dari simulasi diatas Vrms = 21.2106V, Irms = 2.65132A, Prms = 56.236W
apa yang terjadi jika tegangan dinaikan?oke coba tegangan dinaikan 5V menjadi 35V

v40

dari simulasi diatas Vrms = 24.7457V, Irms =3.09321A, Prms = 76.5434W

  • dengan kata lain jika speaker 8 ohm diinginkan daya keluar dari amplifier 76.5W maka dibutuhkan sebuah amplifier yang bisa mengeluarkan tegangan sampai 35Vpeak, yang berarti supply amplifier tersebut harus lebih besar dari +-35VDC

bagaimana jika resistansi menjadi 4 ohm?

v4ohm

dari simulasi diatas Vrms = 24.7457V, Irms =6.18641A, Prms = 153.087W

  • dengan tegangan output yang sama (35V) terlihat daya menjadi 2 kali lipatnya ketika beban menjadi setengahnya

referensi :